Sabtu, 18 April 2020

#

Asal Muasal Virus Sars-Cov-2 Penyebab Penyakit Covid-19

Word BAC - Wabah virus corona atau covid-19 telah menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia. Virus ini telah menginveksi jutaan manusia yang menelan ratusan ribu korban jiwa, tak terkecuali di 34 Provinsi di Indonesia. 

Kasus corona di Lampung sendiri - salah satu provinsi di Indonesia, puluhan orang dinyatakan positif covid-19 dan korban meninggal dunia juga sudah ada. Lantas apa sebenarnya yang menjadi penyebab Covid-19 ini, berikut beberapa kemungkinannya.

Corona
Ilustrasi Covid-19

Semenjak Desember 2019 hingga April 2020, sudah banyak sekali penelitian-penelitian mengenai virus SARS-CoV-2 dan penyakit CoViD-19 yang telah dilakukan oleh para ilmuwan terkait, yang berasal dari berbagai negara. 

Namun, sampai sekarang belum ada satupun yang bisa memastikan asal muasal virus yang telah menyebabkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi di seluruh dunia ini.

Berikut ini sejumlah kemungkinannya.

Kemungkinan 1. Bioweapon.


Mungkin saja SARS-CoV-2 adalah senjata biologis yang sengaja dilepaskan. Dengan catatan virus tersebut bukan buatan manusia. Buatan alam, diisolasi dari alam, yang kemudian karakter virulensinya (kemampuannya menyebabkan sakit) diseleksi sesuai peruntukannya. 

Bisa dianalogikan sebagai harimau liar pilihan yang ditangkap dari hutan, kemudian sengaja dilepaskan ditengah-tengah kota.

Sangat mustahil virus ini hasil rekayasa genetik yang dilakukan oleh manusia. 

Jika direnungi betul, smartphone yang sedang kita gunakan ini adalah sebentuk keajaiban iptek ummat manusia. Kita bisa berkomunikasi, nonton video, mengambil foto dan banyak lagi yang bisa kita lakukan hanya melalui sebuah kotak kecil yang tipis ini.

Nah, bagaimana dengan iptek senjata biologis (bioweapon)?

Bioweapon adalah benda-benda biologis yang digunakan sebagai alat perang. Contoh sederhananya, bom yang diisi dengan spora bakteri antraks dan bangkai hewan busuk yang dimasukkan ke dalam sumber air minum.

Satu hal yang harus benar-benar disadari, iptek buatan manusia sifatnya sangat berbeda dengan iptek biologis buatan alam. Oleh karena itulah perkembangan iptek manusia (terutama digitech) sangat jauh meninggalkan iptek biologi (bioteknologi), khususnya dalam aplikasinya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa?

Semenjak Watson dan Crick menemukan struktur DNA (1953) hingga sekarang, manusia masih sangat sulit memahami material pewarisan karakter tersebut, imbasnya manusia masih mengalami kesulitan mengenai bagaimana cara "mengutak-atik"-nya, sehingga suatu produk biologis sesuai dengan karakter yang diinginkannya.

Untuk produk-produk kesejahteraan manusia saja, kita masih relatif keteteran. Apalagi produk bioweapon. Gak ada sejarahnya bioweapon hasil rekayasa genetik yang benar-benar berhasil. Skalanya sangat kecil dan resiko collateral damage-nya sangat tinggi.

Teknologi yang tersimpan dibalik DNA atau RNA sungguh sangat kompleks, benar-bemar sangat rumit. Letak keberadaannya masih sangat jauh dari jangkauan manusia.

Kemungkinan 2. Human Error.


Coronavirus sudah puluhan tahun diteliti oleh para ahli mikrobiologi. Misalnya yang relatif baru, penelitian mengenai virus pada kelelawar di Cina. "Bat Coronavirus in China." Yi Fan dkk. Jurnal Viruses. 2 Maret 2019.

Pada saat proses penelitian berlangsung, mungkin saja terjadi kesalahan prosedur kerja di laboratorium yang tidak disadari atau tidak terdeteksi oleh para peneliti dan pengawas resmi (human error). Peristiwa yang membuat seseorang terinfeksi salah satu virus yang menjadi objek penelitian, yang kebetulan karakter virusnya cukup ganas dan mudah menyebar, kemudian orang tersebut menularkannya ke orang lain di luar laboratorium. Misalnya saat makan-makan dengan koleganya di pasar Wuhan, Cina.

FYI, ada laboratorium penelitian penyakit menular di kota Wuhan. Laboratorium yang diberi label Biosafety Level 4, level keamanan yang tertinggi. Laboratoroum ini hasil kerjasama Cina dengan Prancis.

Kemungkinan ini yang banyak digunakan sejumlah pihak sebagai dasar dari teori konspirasi yang sangat spekulatif.

Kemungkinan 3. Hasil Natural Selection.


Virus SARS-CoV-2 murni tercipta di alam liar, hasil dari seleksi alam yang bersifat acak. Beberapa hasil penelitian menduga bahwa virus ini hasil rekombinasi genetik atau "perkawinan" dari virus yang mangkal di dalam tubuh kelelawar dan virus yang mangkal di dalam tubuh trenggiling. Selain itu, mungkin juga hasil dari mutasi (perubahan struktur genetik) yang terjadi secara alamiah, hal yang biasa terjadi pada mikroorganisme. 

Dari seluruh jenis mikroorganisme, virus adalah mahluk tak kasat mata yang paling sering mengalami mutasi, karena struktur biologisnya yang relatif sangat sederhana.

Akibat aktivitas eksploitasi lingkungan alam yang tidak terkendali, yang berbarengan dengan terjadinya perubahan iklim, serta akibat kerakusan nafsu makan manusia, virus tersebutpun pindah ke habitat yang baru, tubuh manusia.

Kemungkinan 4. Dilepaskan Alien dari Luar Angkasa. 


Untuk kemungkinan yang keempat ini, saya benar-benar gak mau bertanggungjawab kalau ada yang menyeriusinnya. Evilsmile.

Biasanya, butuh waktu yang lama untuk mengetahui sumber virus SARS-CoV-2 ini, hitungannya tahunan. Data-data mengenai asal muasalnya sangat diperlukan para peneliti untuk penanganan, pembuatan vaksin, pencegahan penyebaran yang sedang berlangsung, dan untuk mempersiapkan diri dari outbreak yang terjadi di masa depan.

Setelah kemungkinan-kemungkinannya diuraikan, silahkan pilih yang paling memungkinkan menurut teman-teman pembaca. Mulai dari kemungkinan yang paling besar ke kemungkinan yang paling kecil.

Ditulis oleh Rahmad Agus Koto
Diterbitkan, Minggu 18 April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar